WELCOME TO MY BLOG ::

Selamat Datang Sahabat. Semoga kita menjadi saudara sejati, ketika KLIK anda mengantar masuk space ini semoga bukan ruang hampa yang menjenuhkan. Sangat tersanjung anda berkenaan membaca sejenak apapun yang tersaji disini. Sejurus lalu, meninggalkan komentar, kritik atau pesan bijak buat penghuni blog. Ekspresi anda dalam bentuk tulisan adalah ungkapan abstrak banyak keinginan yang ingin kita gapai. So, berekspresilah dengan tulus dan semangat. Mari kita pupuk semangat dan cita-cita tinggi.
OK

Kamis, 04 Februari 2010

MARGA SARGASSUM DI PERAIRAN INDONESIA


Algae Sargassum merupakan salah satu marga Sargassum termasuk dalam kelas Phaeophyceae. Ada 150 jenis Marga Sargassum yang dijumpai di daerah perairan tropis, subtropis dan daerah bermusim dingin (NIZAMUDDIN 1970). Habitat algae Sargassum tumbuh diperairan pada kedalaman 0,5 – 10 m ada arus dan ombak. Pertumbuhan algae ini sebagai makro algae bentik melekat pada substrat dasar perairan. Di daerah tubir tumbuh membentuk rumpun besar, panjang thalli utama mencapai 0,5-3 m dengan untaian cabang thalli terdapat kantong udara (bladder), selalu muncul di permukaan air.

Di perairan Indonesia diperkirakan terdapat lebih dari 15 jenis algae Sargassum dan yang telah dikenal mencapai 12 jenis. Sedangkan di perairan Indo-Pasifik tercatat 58 jenis ( BOSSE 1928). Kehadiran marga Sargassum di berbagai daerah di Indonesia mempunyai sebutan nama yang berbeda-beda. Di kepulauan Seribu disebut oseng dan di Banten dinamakan kembang karang. Algae Sargassum tumbuh sepanjang tahun, tumbuhan ini bersifat “perenial” atau setiap musim barat maupun timur dapat dijumpai di berbagai perairan.

Algae Sargassum secara ekologis ikut andil dalam pembentukan ekosistem terumbu karang dan merupakan tempat asuhan bagi biota kecil, termasuk untuk perlindungan benih ikan dan benur udang serta sarang melekatnya telur cumi-cumi. Jenis Sargassum yang telah dipasarkan di daerah Jawa Barat dari jenis Sargassum polycystum, Sargassum binderi dan Sargassum duplicatum. Marga Sargassum mengandung bahan alginat dan iodin, bermanfaat sebagai bahan industri makanan, farmasi, kosmetik dan tekstil.

HABITAT DAN SEBARAN

Lingkungan tempat tumbuh algae Sargassum terutama di daerah perairan yang jernih yang mempunyai substrat dasar batu karang, karang mati, batuan vulkanik dan benda-benda yang bersifat massive yang berada di dasar perairan. Algae Sargassum tumbuh dari daerah intertidal, subtidal sampai daerah tubir dengan ombak besar dan arus deras. Kedalaman untuk pertumbuhan dari 0,5 – 10 m. Marga Sargassum termasuk dalam kelas Phaeophyceae tumbuh subur pada daerah tropis, suhu perairan 27,25 – 29,30 oC dan salinitas 32–33,5 %o. Kebutuhan intensitas cahaya matahari marga Sargassum lebih tinggi dari pada marga algae merah. BONEY (1965) menyatakan pertumbuha Sargassum mebutuhkan intensitas cahaya matahari berkisar 6500 – 7500 lux. Algae Sargassum tumbuh berumpun dengan untaian cabang-cabang. Panjang thalli utama mencapai 1 – 3 m dan tiap-tiap percabangan terdapat gelembung udara berbentuk bulat yang disebut “Bladder,” berguna untuk menopang cabang-cabang thalli terapung ke arah permukaan air untuk mendapatkan intensitas cahaya matahari,

1. Sebaran lokal.
Kehadiran algae Sargassum tumbuh di bentangan perairan pantai di zona paparan terumbu (reef flats) mulai dari garis pantai sampai ujung tubir termasuk dalam perairan intertidal dan subtidal (Gambar 1.) antara lain :

a). Daerah pantai (beach/tide pool area)
Daerah Pantai merupakan zona yang dimanfaatkan untuk tempat kegiatan rekreasi kadang-kadang mempunyai substrat bervariasi pada umumnya berpasir, namun apabila substrat terbentuk dari campuran batu karang akan tumbuh berbagai jenis makro algae. Pada saat surut rendah yang lama akan mengalami kekeringan. Di Pantai bersubstrat pasir pada umumnya sedikit dijumpai pertumbuhan marga Sargassum, sedangkan di pantai bersubstrat batu karang merupakan habitat algae Sargassum yang ideal. Di beberapa pantai dapat dijumpai termasuk pantai selatan Pulau Jawa, Selat Sunda, sebagian pulau di perairan Batam dan Bangka-Belitung. Algae Sargassum yang tumbuh banyak diperoleh dari jenis Sargassum polycystum.

b). Paparan Terumbu (reef flats).
Daerah paparan terumbu merupakan bagian habitat algae Sargassum. Di perairan Indonesia paparan terumbu ada yang berpunggung terumbu dan tidak berpunggung terumbu didaerah perairan tubir langsung dalam (drop off). Di substrat paparan yang berbatu karang merupakan tempat untuk melekatkan thalli selama pertumbuhan berlangsung dan sebagai tempat melekat perkecambahan spora. Paparan terumbu yang berasal dari batuan vulkanik dan batu karang boulder sering dijumpai lekukan dan parit (moat) daerah ini berombak besar dan arus deras. Pertumbuhan Sargassum kebanyakan dari jenis Sargassum binderi dan Sargassum duplicatum, biasanya kerangka thalli sangat kuat, thalli utama berbentuk gepeng, permukaan halus dan licin. Secara umum bahwa pertumbuhan algae Sargassum yang dominan didaerah paparan terumbu adalah jenis Sargassum polycystum, Sargassum echinocarpum dan Sargassum crassifolium.

c). Punggung terumbu (ridge)
Di perairan pantai di Indonesia punggung terumbu kadang-kadang ada yang berpunggung terumbu dan tidak berpunggung terumbu. Punggung terumbu ini terbentuk dari algae kalkareous dari marga Porolithon atau terbentuk dari bongkahan karang yang telah mati. Daerah sekitar dinding punggung terumbu ini merupakan tempat tumbuh algae Sargassum, banyak dijumpai dari jenis Sargassum polycystum dan Sargassum echinocarpum. Pada waktu surut rendah rumpunan Sargassum mengalami perebahan dan saling bertumpang tindih dengan rumput laut jenis lainnya.

d). Tubir (reef slope)
Daerah tubir merupakan tempat tumbuh algae Sargassum dari jenis yang berthalli panjang 1 – 3 m. Pertumbuhan berasosiasi dengan karang hidup dan bonggol thalli (holdfast) menempel pada bagian karang yang telah mati dan lapuk. Pola pertumbuhan algae Sargassum di daerah tubir thalli dalam rumpun yang besar secara “Heliocentris” tertuju ke arah permukaan untuk mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Pada waktu air surut keberadaan Sargassum di daerah tubir dapat diketahui dengan melihat gerombolan cabang thalli yang terapung di atas permukaan air. Kemampuan daya apung ini didukung oleh kantong gelembung udara yang terletak diketiak percabangan thalli utama. Pada umumnya algae Sargassum tumbuh di daerah tubir mempunyai karakteristik thalli utama sangat kuat, bentuk pipih dan daun licin halus berlendir. Jenis yang tumbuh di daerah tubir meliputi Sargassum binderi, Sargassum cinereum, Sargassum plagyophyllum dan Sargassum crassifolium.

e). Goba (lagoon)
Daerah goba merupakan tempat hidup dari semua jenis makro algae yang kebanyakan tumbuh di bibir goba terutama karang mati yang telah lapuk. Makro algae banyak yang berasosiasi dengan karang hidup, lamun dan biota lainnya. Perairan goba juga merupakan daerah interaksi dalam siklus rantai antar flora dan fauna yang hidup bersama baik sebagai “produkser” maupun “predator”. Marga Sargassum termasuk rumpun yang paling besar diantara marga rumput laut, sehingga keberadaan dalam perairan goba merupakan tempat asuhan dan berlindung biota kecil, karena arus dan ombak relatip tenang. Di daerah goba pertumbuhan makro algae reproduksinya melalui spora. Algae Sargassum yang tumbuh dominan diperairan ini meliputi Sargassum polycystum, Sargassum echinocarpum, Sargassum molleri dan Sargassum gracilimum.

2. Sebaran wilayah
Hasil penelitian makro algae di Indonesia menunjukan sebaran yang luas dan bervariasi. Algae Sargassum termasuk tumbuhan yang dominan dan distribusinya ada di seluruh perairan Indonesia.

a). Perairan Indonesia Bagian Barat.
Di perairan Indonesia Bagian Barat berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh 3 – 7 jenis Sargassum. Di perairan Laut Jawa yang berada di kepulauan Seribu ada 6 jenis (ATMADJA dan SULISTIJO 1980). Di Selat Sunda dan Teluk Lampung diperoleh 7 jenis. Di kepulauan Anambas, Natuna dan Batam ada 4 jenis. Kehadiran ini juga diperoleh dari perairan Selatan pulau Jawa di Binuangeun, Pameungpeuk, Pangandaran 6 jenis di perairan pantai Wonosari Krakal terdapat 3 jneis (KADI dan ATMADJA 1988). Algae Sargassum juga diperoleh dari Teluk Klabat, kepulauan Bangka, Belitung dan Karimata 2 jenis (KADI 2005). Di daerah perairan laut China Selatan di Singapura ada 7 jenis (WEI & CHIN 1983). Di Sabah Malaysia tercatat 8 jenis (Ismail 1981). Keberadaan makro algae Sargassum yang berada di negara tetangga dan di Indonesia Bagian Barat dan sekitarnya ada kesamaan jenis dengan populasi jenis tidak jauh berbeda.

b). Perairan Indonesia bagian Tengah.
Perairan pantai di beberapa pulau di Indonesia bagian tengah mempunyai paparan terumbu pendek dan terjal (drop off), kondisi ombak besar dan arus deras. Kehadiran algae Sargassum yang diperoleh berkisar 2 – 4 jenis, terdapat di paparan terumbu di Tanjung Benoa Bali 4 jenis dan di perairan pulau-pulau Sulawesi Selatan dan Tenggara 3 jenis (ATMADJA dan SULISTIJO 1980). Di perairan Pulau Lombok diperoleh 2 jenis. Sebaran algae terdapat di perairan sebelah utara di wilayah Indonesia bagian tengah meliputi Teluk Kwandang, Manado, pulau Ruang, Tagulandang, Pasige dan pulau Sangir Talaud terdapat 2 jenis. Di perairan Philippina merupakan daerah terdekat perairan Sulawesi Utara terdapat 5 jenis (TRONO & GANZON 1988).

c). Perairan Indonesia Bagian Timur.
Kondisi umum paparan terumbu di pulau-pulau Indonesia bagian Timur berbeda dengan Bagian Barat dan Tengah. Perbedaan substrat dan kondisi lingkungandi Indonesia Bagian Timur lebih banyak dipengaruhi oleh perairan Samudera Pasifik. Algae Sargassum yang tumbuh sebagian jenisnya berasal dari Samudera Pasifik. Di perairan Maluku terdapat 4 jenis Sargassum yang berbeda dengan jenis yang berada di perairan Samudera Hindia maupun laut China Selatan. ATMADJA dan SULISTIJO (1980) memperoleh 4 jenis Sargassum di pulau-pulau Kai Besar dan Seram. Keberadaan jenis ini terdapat pula di Kepulauan Maisel, pulau-pulau Penyu. Sebaran algae Sargassum di jumpai 2 jenis di perairan pulau Ternate, Bacan dan sekitarnya. Di pulau-pulau yang terletak di lautan Pasifik di Pulau-pulau Hawaii terdapat 3 jenis (MAGRUDER & HUNT 1979). Sebaran algae Sargassum tersebut sebagian jenisnya berada di perairan Indonesia.

REPRODUKSI MARGA SARGASSUM

Perkembangbiakan atau reproduksi marga Sargassum yang termasuk bangsa Fucales, marga Sargassaceae dikenal dua cara yaitu; Reproduksi asexual (vegetatif) dan sexual (generatif). Reproduksi vegetatif dilakukan melalui fragmentasi yaitu potongan thallus berkembang melakukan pertumbuhannya. Cara ini banyak dilakukan untuk usaha budidaya. Reproduksi generatif yaitu perkembangan individu melalui organ jantan (antheridia) dan organ betina (oogenia). Organ-organ tersebut terjadi dan berada dalam satu lobang yang disebut koseptakel. Antheridia maupun oogonia berada di atas sel tangkai yang tertanam pada dasar konseptakel. Dinding antheridia terdiri dua lapis di sebelah luar (exochite) dan sebelah dalam (endochite). Dinding oogonium terdiri tiga lapis di sebelah luar (exochite), bagian tengah (mesochite) dan bagian dalam (endochite). Secara umum reproduksi seksual makro algae coklat termasuk marga Sargassum ada beberapa tipe daur hidup antara lain :

1). Haplobiontik diploid yakni individu melakukan daur hidup secara diploid. Meiosis terjadi pada gamet (gametik meiosis) berkembang menjadi individu dewasa tipe daur hidup semacam ini banyak terdapat pada makro algae coklat dan hijau.

2). Diplobiontik yaitu dalam proses pembiakan terdapat dua individu dalam daur hidup gametophyte (gametofit) haploid yang menghasilkan gamet, dan sporophyte (sporofit) diploid yang menghasilkan spora. Tipe daur hidup ini lebih umum terdapat pada makro algae coklat, merah dan hijau. Pertemuan antara dua gamet jantan dan betina akan membentuk zigot yang kemudian berkembang menjadi sporofit. Individu baru inilah yang mengeluarkan spora dan berkembang melalui meiosis dan sporagenesis menjadi gametofit.

KANDUNGAN BAHAN KIMIA

Algae Sargassum mudah diperoleh di perairan Indonesia, kandungan bahan kimia utama sebagai sumber alginat dan mengandung protein, vitamin C, tannin, iodine, phenol sebagai obat gondok, anti bakteri dan tumor (TRONO & GANZON 1988), sebagai berikut :

1. Algin
Algin merupakan asam alginik, Alginik dalam bentuk derivat garam dinamakan garam alginat terdiri dari sodium alginat, potasium alginat dan amonium alginat. Garam alginat tidak larut dalam air, tetapi larut dalam larutan alkali. Asam alginik tersusun dari asam D-Manuronik dan asam L – Guluronik (Gambar 5.).

2. Manfaat alginat.
Kandungan koloid alginat dari algae Sargassum (Gambar 6.) dalam industri kosmetik digunakan sebagai bahan pembuat sabun, pomade, cream bodylotion, sampo dan cat rambut. Di industri farmasi sebagai bahan pembuat kapsul obat, tablet, salep, emulsifier, suspensi dan stabilizer. Di bidang pertanian sebagai bahan campuran insektisida dan pelindung kayu. Di industri makanan sebagai bahan pembuat saus dan campuran mentega. Manfaat lainnya dalam industri fotografi, kertas, tekstil dan keramik. Di bidang kesehatan iodine digunakan sebagai obat pencegah penyakit gondok.

PENUTUP

Di Indonesia sebaran makro algae Sargassum berada di pulau besar maupun kecil, dan jumlah jenisnya ada 12. Tumbuh di lingkungan perairan pantai yang jernih dengan substrat batu karang, karang mati dan benda bersifat massive yang berada di dasar perairan. Keberadaan Sargassum di perairan ikut membentuk ekosistem terumbu karang dan merupakan tempat asuhan bagi biota kecil. Kandungan koloid algin Sargassum bermanfaat sebagai bahan baku alginat dan industri.

NB. Banyak sumber bacaan.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Hi
My name is Aria(arialashkan@yahoo.com).
i want to know wich algae contained the high polyphenol?

Fuadi Muhammad mengatakan...

Salam Kenal...

Sukses selalu Pak Fahry...

Semoga wara waktu suatu saat pea eda angi.. InsyaAllah..

Salam,
Fuadi

Elfahry Bimami mengatakan...

salam kenal balik mas fuadi
bima mana ? saya asli sape tinggal di rabangodu selatan
semoga bisa ketemu. amin.
makasih waura baca blogs sederhana ini
ok

Poskan Komentar

Komentar Anda :

NASA Image of the Day

PROFIL PENGHUNI

Foto saya

elfahrybimantara*  Aktifitas mengajar disiplin bidang kelautan dan perikanan. Konsern dengan dunia kelautan dan perikanan. Senang dengan wisata bahari. Mengabdi di Pemkab Bima NTB. Pendidikan Magister Perikanan di Universitas Brawijaya Malang (strata 2) pada bidang bioteknology perikanan. Mari bertukar informasi. Salam Sahabat Blogger.
Ada kesalahan di dalam gadget ini

SAHABAT MAYA :

SEARCH LINK :

Memuat...

Label List

VISIT TOROWAMBA BEAUTY BEACH

VISIT TOROWAMBA BEAUTY BEACH
torowamba as one of tourism asset in sape bima

NEW MOTIVATION :

SUNGGUH SANGAT MEMALUKAN JIKA KAPAL BESAR KITA BERBALIK HALUAN KEBELAKANG HANYA UNTUK MENGURUS SAMPAN KECIL MASALAH. AYO !!! MAJU TERUS BRO !
Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates